Apakah email marketing sama dengan mengirim SPAM? Yakinkah Anda bahwa katalog promo yang Anda kirim melalui email berakhir pada folder inbox? Atau jangan-jangan masuk ke folder junk box? Berikut kami akan memberikan sedikit penjelasan yang lebih baik tentang bagaimana untuk menghindari perangkap spam:

  • Pikirkan apa yang diinginkan subscriber Anda

    Sering kali orang tergiur untuk mengirim berbagai informasi produk melalui email untuk mendorong penjualan. Tapi ingat, kebanyakan orang tidak memiliki waktu atau kesabaran untuk berlama-lama duduk, membaca lusinan email yang menggembar-gemborkan keunggulan barang yang sama.
    Tip: Coba pikirkan bagaimana perasaan subscriber Anda selum mengirimkan email marketing Anda. Lihat dari sudut pandang mereka.

  • Kirim Email Marketing yang profesional

    Lakukan email marketing dengan standar yang sangat tinggi. Jangan terburu-buru mengirim email yang memiliki banyak kesalahan dalam penulisan atau terlalu banyak menggunakan gambar/grafis.
    Tip: Luangkan waktu untuk membuat email yang terbaik. Jika perlu dan memiliki dana cukup, sewa penulis naskah komersial atau designer.

  • Selidiki keluhan spam yang Anda dapatkan

    Jika ada keluhan spam unuk email marketing Anda, segera selidiki sebelum hal tersebut bisa membuat Anda masuk dalam daftar hitam (blacklist). Jangan biarkan hal ini terjadi.
    Tip: Periksa semua keluhan spam sesegera mungkin dan mulailah membuka percakapan dengan penyedia layanan internet atau layanan email yang terkait.

  • Hormati subscriber yang ingin berhenti

    Tidak semua subscriber menginginkan email promo Anda seumur hidup mereka. Jika ada yang ingin berhenti (unsubscribe) sediakan cara termudah untuk mereka. Jangan persulit dan jangan kirimkan email promo kepada mereka kembali, kecuali mereka kembali mendaftarkan diri (subscribe). Jika Anda melanggar, maka Anda berisiko mendapatkan keluhan spam dari pelanggan yang kesal.

  • Selalu menggunakan opt-in

    Selalu minta izin dari pelanggan Anda sebelum Anda mengirim email kepada mereka. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah, dengan membuat sebuah Form Pendaftaran (Subscribe form) yang secara otomatis mengumpulkan data email ke dalam daftar pemasaran email Anda.

  • Bersihkan daftar Anda sering

    Sebua survey menunjukkan: sekitar 30% dari email berubah setiap tahunnya. Pastikan Anda membersihkan daftar email Anda sesering mungkin dari alamat email lama dan salah.

  • Jangan membeli / menyewa daftar subscriber

    Membeli atau menyewa daftar email penerima yang belum memberikan izin secara langsung akan beresiko email Anda masuk dalam daftar hitam. Anda akan dicap sebagai spammer. Jangan lakukan itu. Tidak peduli seberapa menggodanya.

  • Jujurlah dalam menulis subjek email

    Jangan gunakan info palsu untuk membuat orang mau membuka email Anda. Hal ini bukan hanya akan mengundang kemarahan penerima email Anda, tetapi juga Anda bisa masuk dalam daftar hitam.

  • Tentukan frekuensi pengiriman

    Jangan sampai Anda terlalu banyak atau terlalu sedikit mengirim email. Kami merekomendasikan untuk melakukan pengiriman tidak lebih dari dua email per minggu, dan tidak kurang dari satu email per bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *