Walau beberapa negara sudah menerapkan ketentuan yang memberikan perlindungan untuk mengurangi masalah spam, namun bagi saya hal tersebut belum cukup.

SPAM adalah email yang dikirim ke seseorang yang belum memberikan ijin (permission) langsung untuk menerima email tersebut. Apapun topiknya.

SPAM sudah semestinya menjadi hal yang sangat menakutkan bagi pelaku email marketing. Sayangnya dalam quote di atas, kata “ijin” dapat dengan mudah disalahartikan. Memang terlalu banyak definisi SPAM dan bahkan berbeda-beda. Oleh karena itu, saya sedikit memberikan beberapa skenario yang dapat menjelaskan apa yang tidak boleh dan apa yang boleh digunakan untuk pengiriman email Marketing.

Kondisi yang tidak dapat digunakan:

  • Anda tidak mendapat ijin langsung dari pemilik email untuk mengirimkan email marketing.
  • Anda membeli, menyewa, meminjam database email atau apapun namanya pihak lain (third party). Walaupun data tersebut diklaim memiliki kualitas yang bagus, Anda tetap harus mendapatkan ijin (permission) untuk mengirimkan email marketing Anda sendiri.
  • Alamat email yang sudah tidak Anda hubungi 2 tahun belakangan ini. Permission doesn’t age well. Orang-orang ini mungkin telah mengganti email mereka atau sudah tidak lagi ingat pernah memberikan Anda ijin (permission).
  • Email yang Anda dapatkan dengan menduplikasi (copy and pasted) dari situs web. Hanya karena orang melakukan registrasi pada situs web Anda dengan email mereka, bukan berarti mereka ingin menerima email marketing dan promo rutin dari Anda.

Ingat dan pahami, mengirim email marketing ke salah satu dari poin di atas tidak akan efektif. Email marketing Anda akan ditandakan sebagai spam dan berakhir di folder junk.

Kondisi yang dapat digunakan:

  • Database email yang didapatkan dari newsletter subscribe form di situs web Anda. Setiap orang orang yang mengisi form tersebut memberikan ijin (permission) untuk mendapatkan informasi dari Anda.
  • Jika seseorang melengkapi formulir offline seperti survei dan lain sebagainya, Anda dapat segera memberitahu, apakah mereka setuju untuk menerima email marketing Anda.
  • Jika seseorang memberi Anda kartu nama mereka dan Anda secara langsung meminta izin untuk menambahkannya ke daftar email subscriber Anda.
  • Jika mereka memasukkan kartu nama mereka ke dalam wadah kaca yang terdapat pada sebuah acara, maka harus ada tanda yang menunjukkan mereka akan menerima email marketing untuk topik tertentu.

Jelas poin-poin di atas tidak menggambarkan semua potensial skenario, tetapi jelas benang merah dari semua ini adalah Anda perlu ijin langsung dari orang yang akan Anda kirimkan email marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *